Lima Species Baru Ikan Ditemukan di Nusa Penida

Lima spesies baru ikan ditemukan di Nusa Penida, Bali dalam program penelitian Marine Rapid Assessment Nusa Penida. Lima spesies itu sebagian besar adalah ikan karang berukuran kecil dengan pola warna yang unik. Direktur Program Marine Conservation International Indonesia Ketut Sarjana Putra di Denpasar Senin menyatakan, lima spesies baru yang ditemukan dalam penelitian 10 hari di akhir November lalu itu tengah ditelili lebih lanjut.

Menurut Putra, perairan Nusa Penida telah lama diprediksi memiliki kekayaan bahari yang melimpah karena berada di antara dua samudra, India dan Pasifik.

Program Marine Rapid Assessment Nusa Penida awalnya dimaksudkan untuk menginventarisasi keanekaragaman karang, ikan karang, moluska dan ekinodermata serta kondisi oseanografi di perairan nusa penida.

Dalam pelaksanaannya, para peneliti dikejutkan dengan temuan spesies ikan baru ini.

“Saya sangat bersemangat dan penasaran akan spesies yang baru ditemukan ini. Saya ingin segera menelitinya lebih lanjut,” kata ahli ikan dunia dari Amerika Serikat, Gerald Allen.

Kelima ikan yang ditemukan antara lain Chromis sp., Priolepis 33 sp., Priolepis 11 sp, Pseudochromis sp., dan Trimma sp.

Gerald Allen mengatakan, spesies ikan yang ada di perairan Nusa Penida adalah campuran dari spesies ikan di Samudera Hindia dan Pasifik, bahkan sering ditemukan spesies hasil persilangan ikan dua samudera.

Hal ini membuat Nusa Penida menjadi lokasi yang unik secara ekologi. Gerald Allen mengatakan dirinya yakin 90 persen, kelima spesies ikan yang ditemukan adalah spesies baru, namun ia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Saya sudah cukup lama berkecimpung di dunia ini. Dengan melihat langsung, saya cukup yakin spesies ini adalah spesies baru. Tapi karena ukurannya kecil maka perlu penelitian secara ilmiah,” kata Allen.

Menurut Gerald Allen, satu ciri yang menyakinkan bahwa ikan itu spesies baru adalah pola warna yang berbeda yang dimiliki ikan tersebut. Namun untuk penelitian lebih lanjut, Allen akan meneliti ciri-ciri spesies itu seperti skala, sirip, proporsi tubuh, tulang sirip, dan bentuk ekor.

Nusa Penida merupakan gugusan tiga pulau kecil yang terletak di tenggara Pulau Bali, yaitu Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan.

Program Marine Rapid Assessment Nusa Penida merupakan suatu kajian cepat mengenai kondisi keanekaragaman hayati ekosistem pesisir dan laut di Nusa Penida.

Program Marine Rapid Assessment Nusa Penida terlaksana berkat kolaborasi CI-Indonesia dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementrian Negara Riset dan Teknologi, serta Balai Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan.

Kemudian The Nature Conservacy, yang didukung oleh Balai Konservasi Laut Daerah, Southeast Asia Center for Ocean Research and Monitoring (SEACORM), Pemerintah Propinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Klungkung, Yayasan Bahtera Nusantara, Universitas Udayana, dan Universitas Warmadewa.
(*)

https://walady99.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

~ oleh walady99 pada Maret 27, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: